Selamat senja dik...
Sebelumnya ku akui ini, aku memang pandai mematahkan hati seseorang, semangat juga bila terkadang diperlukan.
Jangan risih,...
Aku hanya ingin menjelaskan sedikit rinci
Agar gelitik diotakmu terpuaskan
Jangan sedih bila pada akhir kalimat kau temui dirimu yang sebenarnya
Diakah kekasih barumu dik?
Oh, maaf maksudku lelaki yang sedari dulu kau idami
Akhirnya kita bersama katamu dik
Kau untuk dia dan dia untuk kau
Kau genggam dia bak satu2nya warisan berharga
Tapi mengapa yang ku pahami berbeda?
Kau cinta dia dan dia cinta dia
Maaf bila harus ku katakan adanya
Dia tak cinta kau, dia cinta kakak kau.
Kau cinta dia, dia cinta kakak kau
Kata orang, lidahku memang sedikit lancang dik.
Dia cinta kakak kau, kakak kau sudah bertemu jodohnya.
Tapi bukan dia.
Aku tahu membahagiakan diri sendiri memang sulit
Meyakini dia mencintaimu contohnya
Dia tidak memilihmu karena kau cantik, karena kau kaya, apalagi karena cinta dik. Bukan.
Dia menemukanmu atau kau menemukannya saat ia membuang sebahagian dirinya untuk kakak kau dan dengan sigap kau membuang sebahagian dirimu untuk dia.
Kau menenangkannya, kau memungutnya serpihan demi serpihan.
Kau rangkai ulang, kau pasang kepala hingga kakinya lantas kau mengira telah sempurna menjadikannya baru.
Dia memang rakitan yang baru, tapi dia tidak utuh.
Pahamilah dik, ia manusia tanpa hati.
Ia ingin saja kau bawa kesana, kau tampilkan sana dan sini
Dan kau menamainya bahagia
Kau mengatur segala geraknya. menyandarkan badan dipelukannya bahkan mungkin menyentuh bibirnya, tapi
Coba cari hatinya dik,
Bila tak kau temui di dadanya, tanyakan pada kakak kau.
Mungkin dia sudah tidak lagi membutuhkannya.
Saranku, kali ini mintalah secara baik2.
Jangan kau rebut paksa apalagi hendak mencuri LAGI
Berkatalah sopan, sebab ketidak bahagiaanmu hari ini mungkin saja atas doanya pada Tuhannya.
Kemudian belajarlah mensyukuri apa yang kau miliki dik,
Bila esok dia yang kau rebut paksa juga direbut paksa oleh wanita lain jangan marah sebab kau sendiri tahu nikmatnya merebut paksa itu kan.
Aku ada benarnya dik?!
Namun bila pada akhirnya dia bukan untukmu, cobalah mencari apa yang benar untukmu.
Jangan rakus, seribu lelaki sepertinya tidak akan membuatmu kenyang.
FYK-Makassar,11des2017