Terimakasih untukmu yang kunamai tempat paling kelam diujung jurang paling dalam, Masalalu.
Bagi sebahagian orang kau adalah hal yang harus dihapuskan, sebahagian lain beranggapan kau hanya untuk disimpan saja Tapi bagi semuanya tetap saja kau tidak mendapatkan tempat apa2 dimasa ini.
Terimakasih telah datang lagi malam ini, aku belajar menghargai sebuah rindu dari setiap manusia sebab akupun kerap kali memilikinya.
Sedikit kabar penghantar senyum mungkin cukup untuk kita.
Seolah tak pernah terjadi moment dimana kita saling menyakiti satu sama lain.
Aku memaafkan.
Kuharap kaupun demikian.
Segelintir rasa yang ada di masa dulu membawa kita pada hari ini.
Aku tak cukup paham perihal kemana dirimu telah dibawanya selama ini, namun terkhusus diriku sendiri ia berhasil menempatkanku pada titik baik ini.
Segalanya aku syukuri.
Kuharap kaupun demikian.
Kabar hari ini kuanggap sebagai sapahan teman lama yang pernah dipertemukan takdir untuk tidak bersatu.
Seperti dirimu, akupun hanyalah jalan yang harus kau lalui menuju takdir yang lain.
Bukan perihal pada siapa kita memulai namun lebih dari kepada siapa kita akan berakhir.
Dan kau bukan akhirku.
Akupun demikian, bukan akhirmu.
Hari ini, mari saling sepakat menerima apa yang ditentukan semesta.
Hari ini, aku bukan lagi kabar yang harus kau ketahui. Aku bukan lagi rasa yang harus kau perjuangkan sebab aku kini memiliki medan juang ku sendiri.
Aku bukan lagi pada caramu.
Mungkin sesekali rindu bertandang di relungmu paling dalam namun tidak semua rindu bisa kau sampaikan dan tidak semua rindu bisa aku terima.
Aku mencoba menjadi diriku yang sama dibeberapa waktu lalu, tapi rasa sungguh tidak akan sama.
Ada debar di dadaku yang tak lagi mampu kau pahami sebab bukan kau alasannya lagipula ku tekankan disini ada debar lain yang kucintai.
Ada degup yang membuat jantungku berdegup kembali namun degup itu bukan degupmu.
Tahukah kau, perbincangan panjang dan gelak tawa kita hari ini sama sekali tidak berhasil memalingkan sadarku akan dia.
Ini takkan berhasil.
Berhentilah. bukankah kita sudah sama2 menyudahi diri satu sama lain.
Jangan mengemis cinta yang pernah kau buang.
Jangan membenciku apalagi membencinya. Berterimkasihlah padanya. Sebabnya, aku kuat berdiri dihadapanmu kali ini.
Aku memaafkan segala luka dan duka itu dan kau harus mengerti tidak semua bagian yang patah bisa tersambung lagi, aku bukan lagi serpihan itu. Aku dibuatnya menjadi baru dengan hati yang baru.
Tuhan memeliharaku dengan baik setelah kehilanganmu.
Ada bagian dari diriku yang harus ikut hilang bersamamu kala itu, bagian yang ternyata tidak kubutuhkan sama sekali.
Aku bahagia hari ini.
Hargai dia yang ada disampingmu dan disampingku.
Mari hidup dengan saling menerima.
Aku menerimamu sebagai masalalu pun kau begitu. Aku menerima kabarmu bukan rindumu. Mari saling melegahkan, aku legah kau baik-baik saja. Pun kau harus legah sebab aku berada di tangan yang baik. Fyk-22des17