Senin, 13 Juni 2016

jangan lupa pulang

Kakakku sayang..kakakku malang...
Bergetar tanganku menulismu
Takut salah,mengingat engkau pencinta kesempurnaan

Malam menulis puisi..
Beberapa memory terekam
Sebelum ku hantar engkau ke makam
Pada deret ke 12 waktu itu, dibulan ke 5
Jatuh 5 hari setelah selamat ulangtahun dariku
Mereka sebut-sebut ia hari penuh hikmah
Jumat itu...jumat pertama kau dan aku
Menjulur pisah, menerka temu
Sejak saat itu rindu mulai menyusup terang-terang
Menyayat pelan tajam karang
Aku menyebutmu duka
Kau pergi duluan, mentang kau lebih tua
Bahagiakah kau bersama Tuhan
Tolong tanyakan juga kapankah kita bersua
Para orang-orang tua belum tersenyum pagi ini
Mama apalagi...
Datanglah sesekali dimalam ataupun pagi ini
Entah bersama kicau burung atau sinar bulan
Dibawa angin atau dibawa kabar
Jangan hilang,tetaplah pulang
Meski Tuhan akan bilang
Bahwa Dia lebih sayang
Apalah daya hamba sahaya
Bertopang dagu,bertopeng sendu
Mencarimu dicercah cahaya
Memelas ragu, berhutang rindu
Di tahun ke 36
Bila saja matahari ingin tenggelam
Menanggalkan dirinya semakin dalam
Menandakan berakhirnya malam
Bukan usia di harimu yang ke 36
Beda...
Hari yang beda telah datang
Beberapa kehilangan terpampang
Besok atau lusa, kembalilah terang
Tersisa gambar dikenang
yang pernah mebekukan kita
dihari sebelum rindu bersarang
untukmu ku kenang senang
pada bakso di bawah rumah sakit,
untuk senyum dinegeri jiran
peace di PCC(hospital)
pada ole ole dari kemotheraphy
pada tengkar di depan kamarku
dan pada senyum setelah bujuk
pada gigi depanmu
dan massengerku yang akrab dengan celoteh
untuk segala dukungan
untuk segala tawa, untuk segala maaf
Terimakasih pernah ada
Maka sekali ini Tuhan masih bilang
Bahwa dia lebih sayang
Sudahlah..aku mengalah
Bukankah surga lebih indah
Tenanglah,untukmu sekotak alfatihah
Setiap rindu menagih kabar
Dari yang tak ingin samar


FYK-14jun2016, parepare

Minggu, 12 Juni 2016

bunga ditepi cafe

Bunga ditepi cafe...
Dia ingin diam saja
Hening malam cukup mendukung
Dia rupanya tak mau pulang
Riuknya cafe tak bersedia menanggal
Menunggu beku kopi hangat
Memainkan kartu mengusir tunggu
Bercengkrama senyum juga tawa
Menegur kenal yang lama
Digoda mata lelaki sesekali
Betapa pura bahagia sang bunga
Aroma melati bukan miliknya katanya
Dia hanya sedang asyik mengaduk greentea
Handphone berdering lagu korea
Halo..pulanglah kata mama
Menandakan anak gadis sudah habis
Habis waktunya menunggu
Padahal cafe belum jua tutup
Teman bantu tengok jam
Kasihan...
Bunga menunggu sekali lagi
Hanya ingin bilang terimakasih
Bila besok masih ada lagi
Mungkin pada lain kekasih
Nona malam bersedia pulang
Tanpa temu,tanpa kenang
Pinta bunga pada pagi
Tuan pagi,tolong besok kau rapikan kami kembali.


FYK-12jun2016