Kakakku
sayang..kakakku malang...
Bergetar
tanganku menulismu
Takut
salah,mengingat engkau pencinta kesempurnaan
Malam menulis puisi..
Beberapa
memory terekam
Sebelum
ku hantar engkau ke makam
Pada
deret ke 12 waktu itu, dibulan ke 5
Jatuh
5 hari setelah selamat ulangtahun dariku
Mereka
sebut-sebut ia hari penuh hikmah
Jumat
itu...jumat pertama kau dan aku
Menjulur
pisah, menerka temu
Sejak
saat itu rindu mulai menyusup terang-terang
Menyayat
pelan tajam karang
Aku
menyebutmu duka
Kau
pergi duluan, mentang kau lebih tua
Bahagiakah
kau bersama Tuhan
Tolong
tanyakan juga kapankah kita bersua
Para
orang-orang tua belum tersenyum pagi ini
Mama
apalagi...
Datanglah
sesekali dimalam ataupun pagi ini
Entah
bersama kicau burung atau sinar bulan
Dibawa
angin atau dibawa kabar
Jangan
hilang,tetaplah pulang
Meski
Tuhan akan bilang
Bahwa
Dia lebih sayang
Apalah
daya hamba sahaya
Bertopang
dagu,bertopeng sendu
Mencarimu
dicercah cahaya
Memelas
ragu, berhutang rindu
Di
tahun ke 36
Bila
saja matahari ingin tenggelam
Menanggalkan
dirinya semakin dalam
Menandakan
berakhirnya malam
Bukan
usia di harimu yang ke 36
Beda...
Hari
yang beda telah datang
Beberapa
kehilangan terpampang
Besok
atau lusa, kembalilah terang
Tersisa
gambar dikenang
yang
pernah mebekukan kita
dihari
sebelum rindu bersarang
untukmu
ku kenang senang
pada
bakso di bawah rumah sakit,
untuk
senyum dinegeri jiran
peace
di PCC(hospital)
pada
ole ole dari kemotheraphy
pada
tengkar di depan kamarku
dan
pada senyum setelah bujuk
pada
gigi depanmu
dan
massengerku yang akrab dengan celoteh
untuk
segala dukungan
untuk
segala tawa, untuk segala maaf
Terimakasih
pernah ada
Maka
sekali ini Tuhan masih bilang
Bahwa
dia lebih sayang
Sudahlah..aku
mengalah
Bukankah
surga lebih indah
Tenanglah,untukmu
sekotak alfatihah
Setiap
rindu menagih kabar
Dari
yang tak ingin samar
FYK-14jun2016,
parepare