Sabtu, 03 September 2016

Mungkin merdeka...

Merdeka...
Ambigu menyapah pagi kita
Hari pertama di desa yang sama
Mengenggam erat layaknya sahabat
Merangkulku,kamu,dan kita
Lucunya, aku mengiyakan dengan mudah
Namun kau tidak, mungkin sudah sikapmu yang waspada
Aku bahagia dan kau diam
Aku tertawa kegirangan, terbawa perasaan dan kau diam
Ku titip salam pada teman sebagai penanda aku jatuh
Jatuh yang sebenarnya menipuku
Kemudian abu-abu menghampiri kita
Aku berlari mencari cahaya, membawamu juga tentunya
Beberapa bungkus harap tercercah pecah
Tetap saja hatiku keras kepala
masih tersisa beberapa bungkus lagi,kataku..
Tulisan-tulisan indah yang sudah menjadi tabiat
Melengkapi aku yang inginkan kita
Dan yang ada semakin kesini semakin abstrak
Mata berkunang-kunang melawan jarak
Jarak yang semakin berani menarik garisnya
Tiba-tiba “TAPI” menghampiri kita
Dibawahnya beberapa ketidak mungkinan yang sering aku semogakan
Beserta amin-amin dalam doa-doa malam
Perih-perih beterbangan dihati dan kepala
Ada ruang dikepalaku ternyata yang hanya dipenuhi kamu
Terkunci rapat dan tak tersentuh
Namun lupa ku sadari bahwa kau didalam butuh bebas
Akupun seperti itu,rindu istirahat
Rehat dari perjalanan ambigu yang ku buat sendiri
Aku ingin lepas dari segala merdeka
Juga dari kau...


-FYK.Makassar,3september2016

Kamis, 01 September 2016

KAU aku KAU aku KAU...

KAU...
kau yang gemar menerka bahagia
bahagia yang kau fikir sederhana
sederhana mimpimu yang lewat
lewat diatas angan-angan
angan kelam yang senang kau kenang
kenang perasnya yang indah
indah harapmu yang pernah
pernah mengenal kasih sayang
sayangmu kemudian temu sia
sia-sia segala suka
suka padanya yang kau puja
puja perasnya puja hatinya
hatinya yang lantas meluka
luka menancap tajam
tajam matamupun kalah
kalah olehnya yang kau cinta
cinta seharusnya yang lain kemudian bicara
bicara soal kau dan dia
dia yang bukan aku
AKU...
aku anak baru
baru hadir hari ini
ini yang memanggilku
memanggilku dalam sunyi
sunyi yang sebenarnya sepi
sepi memaksaku mencari
mencari kau yang lama ternggelam
tenggelam dalam rasa yang entah
entah membuat hidupmu sekarang
sekarang kita bertemu
temu yang tak terduga rencana
rencana biasa tanpa niat
niatku menyentuh hatimu
hatimu yang terlanjut beku
beku karena dia yang tidak
tidak pernah menginginkanmu lama
lama tinggal disisinya
sisinya yang kau rindukan
rindukan ia yang pergi
pergi darimu tanpa izin
izinmu yang ku ingini
ingini untuk memasuki
memasuki relungmu yang sunyi bunyi
bunyinya seperti orang berteriak
teriakanmu mampu kudengar
dengar begitu raum
raum bersama luka cium
dicium pengkhianatan membatin
membatin jelas
jelas kau tersakiti
tersakiti olehnya yang dulu kau cintai
cintai ia yang tak peduli
peduli dirimu yang kuingini
ingini bangkit dan tersadar
tersadar masih ada aku disini
disini menunggu pasti
pasti yang sebenarnya menyakiti
menyakiti adalah takutmu
takutmu menggrogoti
menggrogoti luka masalalu
masalalumu yang hancur
hancur cinta hancur percaya
percayalah aku beda
beda dirinya beda diriku
diriku yang bersedia
sedia menjadi obat
obat lukamu yang hebat
hebatlah bersamaku
bersamaku kita berjalan
berjalan yang tak pernah kau lalui sebelumnya
sebelumnya kau pernah bahagia,bukan?
bukankah hari ini kaupun berhak
berhak mendapati kembali
kembali menemukan hal baru dari diri kau
KAU DAN aku mungkin....!


FYK,Makassar1sept2016

Kamis, 04 Agustus 2016

puisi : dia diwaktu lebih sebulan (Edisi KKN-1)

FYK,4 august 2016
kel.Duampanua kec.Baranti kab.sidrap

ia jatuh cinta jua..
ia fikir lantas salah
menipu diri menipu rasa
mencintai bukan salah
ia cinta sama
suka puisi suka cinta
tapi katanya aku mungkin tidak
tidak mungkin aku diliriknya
pena cintanya bisa saja patah, kataku
aku lantas tidak mau mendengar
pura buta pura tuli
aku berteriak tak ingin
jangan lagi
ini sesat
aku lari,angin menderu deru
ombak ku semakin merdu
pelan pelan pelan pelan
tak ingin mengira-ngira
menerka-nerka lama
ia rancuh
aku acuh
dia seperti melunak
aku melunjak
waktu temu hanya lebih sebulan
selebihnya diperhitung jalan
sungguh kesan sedikit buruk banyak senyumnya
semoga puraku dan puramu tidak benar berpura-pura
aku takut lupa kembali sungguh
kau pun begitu
mari nikmati luka jua suka
mari senyum jua manyun
wanita-wanita riang
akan menghibur nalar malammu
aku menjauh hilang ditelan gulita
mundur perlahan dibalik cita
sudahlah ini hanya sementara
waktu pernah menyuka

dibalik bosan dan dibalik waktu lebih sebulan

Rabu, 20 Juli 2016

RINDU DIBULAN KEDUA

Assalamu alaikum Wr.Wb
20,jul,2016

Bulan kedua lebih 8 hari setalah pergimu
Menulismu selalu menjadi yang ku rindukan
Mencoba memahami dimana rindu harus terpaut
Dimana sendu dapat tersampaikan
Selain do’a kau juga ada dalam mimpi
Segala kenangan tersamar pergi
Aku tidak menjauh,pun kau
Kadang malam menjelma terang
Menandakan aku kembali datang
Dengan secercah tulisan senang
Oh..aku tak bisa
Jauh kalbu tenggelam
Menanggalkan rindu kala malam
Kita bukan kenangan kelam
Nanti bertemu jua, yakinku semalam
Kakak,kau pulang duluan
Aku menyusul kala petang
Mama masih larut dalam kenang
Sedih dan doa ber hutang.
Indra, selamat tenang
Salam senang dari yang kau tinggal duluan

FYK,Sidrap.20jul2016


Senin, 13 Juni 2016

jangan lupa pulang

Kakakku sayang..kakakku malang...
Bergetar tanganku menulismu
Takut salah,mengingat engkau pencinta kesempurnaan

Malam menulis puisi..
Beberapa memory terekam
Sebelum ku hantar engkau ke makam
Pada deret ke 12 waktu itu, dibulan ke 5
Jatuh 5 hari setelah selamat ulangtahun dariku
Mereka sebut-sebut ia hari penuh hikmah
Jumat itu...jumat pertama kau dan aku
Menjulur pisah, menerka temu
Sejak saat itu rindu mulai menyusup terang-terang
Menyayat pelan tajam karang
Aku menyebutmu duka
Kau pergi duluan, mentang kau lebih tua
Bahagiakah kau bersama Tuhan
Tolong tanyakan juga kapankah kita bersua
Para orang-orang tua belum tersenyum pagi ini
Mama apalagi...
Datanglah sesekali dimalam ataupun pagi ini
Entah bersama kicau burung atau sinar bulan
Dibawa angin atau dibawa kabar
Jangan hilang,tetaplah pulang
Meski Tuhan akan bilang
Bahwa Dia lebih sayang
Apalah daya hamba sahaya
Bertopang dagu,bertopeng sendu
Mencarimu dicercah cahaya
Memelas ragu, berhutang rindu
Di tahun ke 36
Bila saja matahari ingin tenggelam
Menanggalkan dirinya semakin dalam
Menandakan berakhirnya malam
Bukan usia di harimu yang ke 36
Beda...
Hari yang beda telah datang
Beberapa kehilangan terpampang
Besok atau lusa, kembalilah terang
Tersisa gambar dikenang
yang pernah mebekukan kita
dihari sebelum rindu bersarang
untukmu ku kenang senang
pada bakso di bawah rumah sakit,
untuk senyum dinegeri jiran
peace di PCC(hospital)
pada ole ole dari kemotheraphy
pada tengkar di depan kamarku
dan pada senyum setelah bujuk
pada gigi depanmu
dan massengerku yang akrab dengan celoteh
untuk segala dukungan
untuk segala tawa, untuk segala maaf
Terimakasih pernah ada
Maka sekali ini Tuhan masih bilang
Bahwa dia lebih sayang
Sudahlah..aku mengalah
Bukankah surga lebih indah
Tenanglah,untukmu sekotak alfatihah
Setiap rindu menagih kabar
Dari yang tak ingin samar


FYK-14jun2016, parepare

Minggu, 12 Juni 2016

bunga ditepi cafe

Bunga ditepi cafe...
Dia ingin diam saja
Hening malam cukup mendukung
Dia rupanya tak mau pulang
Riuknya cafe tak bersedia menanggal
Menunggu beku kopi hangat
Memainkan kartu mengusir tunggu
Bercengkrama senyum juga tawa
Menegur kenal yang lama
Digoda mata lelaki sesekali
Betapa pura bahagia sang bunga
Aroma melati bukan miliknya katanya
Dia hanya sedang asyik mengaduk greentea
Handphone berdering lagu korea
Halo..pulanglah kata mama
Menandakan anak gadis sudah habis
Habis waktunya menunggu
Padahal cafe belum jua tutup
Teman bantu tengok jam
Kasihan...
Bunga menunggu sekali lagi
Hanya ingin bilang terimakasih
Bila besok masih ada lagi
Mungkin pada lain kekasih
Nona malam bersedia pulang
Tanpa temu,tanpa kenang
Pinta bunga pada pagi
Tuan pagi,tolong besok kau rapikan kami kembali.


FYK-12jun2016

Kamis, 17 Maret 2016

jadian dengan malam

17 maret 2016

aku diterpa rindu yang kurang ajar
mungkin dia tak pernah diajarkan sopan santun
datang berbong-bondong tidak wajar
aku yang suka dibuatnya bingung
aku tak menolak apabila datang
asal ia tak lupa tuk kembali pulang
salahkan waktu yang begitu kejam
sehingga aku harus jadian dengan malam
mencumbu guling dipelukan
sementara angan liar beterbangan
aku ingin bebas
rasakan cinta tanpa batas
mereka bilang aku takkan kau lepas
sudahlah sayang,...datanglah lekas
tidak kah kau cemburu
kala cinta dan rindu ada denganmu
tapi tidak aku?
tidak kah kau memburu
ribuan pelukan yang tidak denganmu
tapi ada padaku?
percayalah aku adalah pecemburu yang hebat
takkan menyerah dimalam yang lebat
aku adalah pecemburu yang hebat
hanya reda kala jariku kau semat

Jumat, 12 Februari 2016

Puisi : kopi dan rindu
13-feb-2016


Malam yang gigil...
Hembusan angin yang renggang
Tak se akrab malam kemarin
Bangku cafe ternyata sedang kosong
Rasa kopi tak seenak malam kemarin
Kali ini tak ku dengar Suara sendok yang
Gemar mencumbu gelas
Disaat kau tengah mengaduk kopi
Kopiku kali ini mungkin akan dingin
Oleh angin dan waktu
Tapi tidak dengan rinduku
Takkan pernah habis untuk kau teguk
Mari sini sayangku....
Malam begitu panjang
Bertengkar hebat dengan rinduku
Dan kurasa ia enggan berganti pagi
Disana rindu gemar mendesah
Disepasang mata yang basah
Sudah ku katakan bahuku kuat
mampu menunggu hingga kau datang
Meretas gigil dipelukan
Mengantar rindu dibelantara malam
Hingga pagi memaksa untuk menyapa
Apa kiranya yang kau ragukan?
Pulanglah sayang, ketika lelah
Ada kopi dan rindu di meja
Sengaja ku sajikan
Agar kau tahu

Kopi untuk kau teguk dan rindu untuk kau peluk
12Feb2016,jumat
@KOPIPASTE-Coffe shop

MENULISMU.....

Jangan memujiku...
senyum sama sekali bukan keahlianmu
SANGAT BURUK!
aku bahakn sulit tuk bilanng HAI
"HHHHH" hanya itu yang mudah
puisiku pun serasa terbatas
di dalamnya tak boleh ada kata CINTA
mungkin aku sudah lupa
atau anggap saja lupa
bukankah sudah tak ada kalimat
cengeng di dalamnya?
kau bilang IYA tanpa mengangguk
kau juga sanggup bilang HEHEHE
tanpa segaris senyum pun
yang biasanya mampu mengerutkan mata
lucunya kita mampu seperti jauh
tapi tidak mampu seperti dekat
jangan memujiku...
aku hanya sedang membuatmu dekat
dalam tulisanku, dan mungkin doa
anggap saja aku sedang memujimu
aku hanya sedang menulis
aku hanya ingin menulismu malam ini.