Bunga
ditepi cafe...
Dia
ingin diam saja
Hening
malam cukup mendukung
Dia
rupanya tak mau pulang
Riuknya
cafe tak bersedia menanggal
Menunggu
beku kopi hangat
Memainkan
kartu mengusir tunggu
Bercengkrama
senyum juga tawa
Menegur
kenal yang lama
Digoda mata lelaki sesekali
Betapa pura bahagia sang bunga
Aroma
melati bukan miliknya katanya
Dia
hanya sedang asyik mengaduk greentea
Handphone
berdering lagu korea
Halo..pulanglah
kata mama
Menandakan
anak gadis sudah habis
Habis
waktunya menunggu
Padahal
cafe belum jua tutup
Teman
bantu tengok jam
Kasihan...
Bunga
menunggu sekali lagi
Hanya
ingin bilang terimakasih
Bila
besok masih ada lagi
Mungkin
pada lain kekasih
Nona
malam bersedia pulang
Tanpa
temu,tanpa kenang
Pinta
bunga pada pagi
Tuan
pagi,tolong besok kau rapikan kami kembali.
FYK-12jun2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar