Jumat, 12 Februari 2016

Puisi : kopi dan rindu
13-feb-2016


Malam yang gigil...
Hembusan angin yang renggang
Tak se akrab malam kemarin
Bangku cafe ternyata sedang kosong
Rasa kopi tak seenak malam kemarin
Kali ini tak ku dengar Suara sendok yang
Gemar mencumbu gelas
Disaat kau tengah mengaduk kopi
Kopiku kali ini mungkin akan dingin
Oleh angin dan waktu
Tapi tidak dengan rinduku
Takkan pernah habis untuk kau teguk
Mari sini sayangku....
Malam begitu panjang
Bertengkar hebat dengan rinduku
Dan kurasa ia enggan berganti pagi
Disana rindu gemar mendesah
Disepasang mata yang basah
Sudah ku katakan bahuku kuat
mampu menunggu hingga kau datang
Meretas gigil dipelukan
Mengantar rindu dibelantara malam
Hingga pagi memaksa untuk menyapa
Apa kiranya yang kau ragukan?
Pulanglah sayang, ketika lelah
Ada kopi dan rindu di meja
Sengaja ku sajikan
Agar kau tahu

Kopi untuk kau teguk dan rindu untuk kau peluk
12Feb2016,jumat
@KOPIPASTE-Coffe shop

MENULISMU.....

Jangan memujiku...
senyum sama sekali bukan keahlianmu
SANGAT BURUK!
aku bahakn sulit tuk bilanng HAI
"HHHHH" hanya itu yang mudah
puisiku pun serasa terbatas
di dalamnya tak boleh ada kata CINTA
mungkin aku sudah lupa
atau anggap saja lupa
bukankah sudah tak ada kalimat
cengeng di dalamnya?
kau bilang IYA tanpa mengangguk
kau juga sanggup bilang HEHEHE
tanpa segaris senyum pun
yang biasanya mampu mengerutkan mata
lucunya kita mampu seperti jauh
tapi tidak mampu seperti dekat
jangan memujiku...
aku hanya sedang membuatmu dekat
dalam tulisanku, dan mungkin doa
anggap saja aku sedang memujimu
aku hanya sedang menulis
aku hanya ingin menulismu malam ini.