Puisi : kopi dan rindu
13-feb-2016
Malam
yang gigil...
Hembusan
angin yang renggang
Tak
se akrab malam kemarin
Bangku
cafe ternyata sedang kosong
Rasa
kopi tak seenak malam kemarin
Kali
ini tak ku dengar Suara sendok yang
Gemar
mencumbu gelas
Disaat
kau tengah mengaduk kopi
Kopiku
kali ini mungkin akan dingin
Oleh
angin dan waktu
Tapi
tidak dengan rinduku
Takkan
pernah habis untuk kau teguk
Mari
sini sayangku....
Malam
begitu panjang
Bertengkar
hebat dengan rinduku
Dan
kurasa ia enggan berganti pagi
Disana
rindu gemar mendesah
Disepasang
mata yang basah
Sudah
ku katakan bahuku kuat
mampu
menunggu hingga kau datang
Meretas
gigil dipelukan
Mengantar
rindu dibelantara malam
Hingga
pagi memaksa untuk menyapa
Apa
kiranya yang kau ragukan?
Pulanglah
sayang, ketika lelah
Ada
kopi dan rindu di meja
Sengaja
ku sajikan
Agar
kau tahu
Kopi
untuk kau teguk dan rindu untuk kau peluk