Ujian berlalu dan kukatakan aku telah selesai.
Maaf, hanya maaf yang bisa ku katakan atas pengabaianku, atas aku yang membuang waktumu, maaf atas kecintaanku yang tidak sebesar cintamu, maafkan atas waktuku yang terlambat menjagamu hingga kau memilih dijaga oleh ia yang kau anggap sanggup menyambung patahmu.
Aku tercengang atas keputusanmu untuk menyerah, ingin mencegah tapi ku pikir itu akan membuatku semakin terlihat egois, ingin merontah tapi itu akan membuatku semakin terlihat tidak logis.
Kau butuh yang mau menghabiskan waktunya denganmu, kau butuh yang lebih baik, tegasmu.
Aku paham, rasa yang pernah tumbuh lebat tidak lantas habis seketika kau babat, aku paham sudah waktunya kita sepakat dengan takdir tuhan.
Aku bergulat dengan waktu yang lumayan hebat, air mata dan kecewa mungkin ada padaku kau pun barangkali demikian. Disini, aku tak ingin merasa terluka sendiri. Apalagi membenarkan diri pada ego masing2.
Kecewa dan luka kini tumbuh menjadi dewasa, lebih dari yang kau sangka.
Tapi ia tak lantas membuatku mengibah apalagi memutus bahagiamu seketika.
Aku sendiri dan kau berdua. Ada rasa yang sedikit tidak adil menurutku tapi dengan alasan bertuhan aku mencoba menerima dengan tabah.
Biarlah...
Setelah meminta maaf, kuputuskan untuk memperbaiki semuanya, belajar mulai dari awal, mengulang pelajaran2 yang terjadi aku mulai mengerti bahwa aku keliru memperlakukanmu dibeberapa hal.
Bila sudah selesai akan ku coba sekali lagi, memperbaiki kesalahan2 kemarin, kali ini dengan cinta yang benar, perlakuan yang benar tapi bukan lagi padamu, tapi untuk setelah mu.
Yang ku tahu pada akhirnya ujian mampu membawamu pada apa yang lebih layak.
Fyk-18juli2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar