Aneh saja,
Tiba-tiba saja ada yang datang menanyakan bagaimana bisa aku seperti hari ini?!
Entah apa maksudnya
Sekedar silaturahmi kah atau hal lain
Ada yang tiba-tiba datang mengurai kembali alasan2 perginya.
Waktu itu, aku hampir saja lupa masa itu.
Masa dia memilih ikut berpaling saat segalanya telah berpaling lebih dulu.
Ia menyisakan aku dan beberapa sahabat kepercayaanku.
Dengan segala salah aku di antarkannya kesudut paling ujung bagai pendosa tak termaafkan.
Aku menyakitinya, katanya.
Dia pergi karena merasa lelah berjuang sendiri, dia lelah dengan segala ketidak pastian diri, dia ingin mencari yang lebih baik. Itu maksud yang tidak pernah ia katakan secara langsung.
Dia bilang aku tidak pernah sanggup memperjuangkan apapun, siapapun.
Ku tegaskan kali ini
Aku hanya butuh sedikit waktu itu, sedikit lagi sabarmu, sedikit telingamu untuk mendegarkan rencana2 hebatku untuk memperjuangkan kita, dan sedikit keyakinanmu. Namun kau tidak memberiku apapun meski barang sedikit.
Aku paham hari itu, dengan segala rontah yang ku redam aku diam dalam doa sepertiga malam.
Ahh, sudahlah. Hari itu tak ada satupun yang mampu melihat setitik kebenaran dalam diriku. Bahkan diriku sendiri perlahan meninggalkanku.
Begitu menyedihkan,bukan?!
Hari ini ia datang dengan segala resah nya, mungkin pelarian barunya tidak mampu memuaskan rindunya.
Menanyakan kabar seseorang yang pernah ia tinggalkan sepihak.
Seperti hari lalu, ia pikir rindu masih ada didalam hatiku.
Kau salah kali ini.
Aku masihlah diriku, tapi bukan lagi untukmu.
Semenjak pergimu hari lalu, aku menamaimu masalalu
Aku tidak lagi hidup disana, segala alasan pergimu telah ku maafkan.
Dendamku berubah menjadi harap agar kau bahagia bersama pilihan-pilihanmu. Pilihan keluargamu juga tentunya.
Percuma kau urai sebab sesalmu hari dulu, segalanya tak akan sanggup merubah hari ini.
Usah kau perbaiki segala, aku mulai sepakat mengakhiri segala, sesaat setelah kau mengakhiri sepihak.
Fyk-31des2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar