Sabtu, 17 November 2018

Penat terakhir

Aku pergi dari riuhnya masalah
Aku pergi dari cinta yang sibuk menuduhku keras kepala
Aku pergi dari ego yang sengit
Aku pergi dari segalanya tanpa pamit
Lari dari rancangan rencana yang nyaris manis
Lari dari kekasih yang mengaku cinta mati
Namun pergi dengan baterai handphone yang hampir mati
Malam yang gigil
Kau kembali terpanggil
Di kedamaian tanpa peduli
Di jiwa-jiwa yang tuli
Aku ingin sepi
Tanggalkan raga bernyanyi lirih
Tanpa perih tanpa letih
Tanpa perlu memahami ego-ego orang lain
Aku ingin sendiri, di dalam rumah yang takkan membuatku lari
Tak ada lagi puisi-puisi

Aku ingin menepi, di pinggir surga yang paling sepi


Fyk-10mei2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar