Kamis, 21 Desember 2017

Rindu bertamu pada rumah yang sedang menerima tamu

Terimakasih untukmu yang kunamai tempat paling kelam diujung jurang paling dalam, Masalalu.
Bagi sebahagian orang kau adalah hal yang harus dihapuskan, sebahagian lain beranggapan kau hanya untuk disimpan saja Tapi bagi semuanya tetap saja kau tidak mendapatkan tempat apa2 dimasa ini.
Terimakasih telah datang lagi malam ini, aku belajar menghargai sebuah rindu dari setiap manusia sebab akupun kerap kali memilikinya.
Sedikit kabar penghantar senyum mungkin cukup untuk kita.
Seolah tak pernah terjadi moment dimana kita saling menyakiti satu sama lain.
Aku memaafkan.
Kuharap kaupun demikian.
Segelintir rasa yang ada di masa dulu membawa kita pada hari ini.
Aku tak cukup paham perihal kemana dirimu telah dibawanya selama ini, namun terkhusus diriku sendiri ia berhasil menempatkanku pada titik baik ini.
Segalanya aku syukuri.
Kuharap kaupun demikian.
Kabar hari ini kuanggap sebagai sapahan teman lama yang pernah dipertemukan takdir untuk tidak bersatu.
Seperti dirimu, akupun hanyalah jalan yang harus kau lalui menuju takdir yang lain.
Bukan perihal pada siapa kita memulai namun lebih dari kepada siapa kita akan berakhir.
Dan kau bukan akhirku.
Akupun demikian, bukan akhirmu.
Hari ini, mari saling sepakat menerima apa yang ditentukan semesta.
Hari ini, aku bukan lagi kabar yang harus kau ketahui. Aku bukan lagi rasa yang harus kau perjuangkan sebab aku kini memiliki medan juang ku sendiri.
Aku bukan lagi pada caramu.
Mungkin sesekali rindu bertandang di relungmu paling dalam namun tidak semua rindu bisa kau sampaikan dan tidak semua rindu bisa aku terima.
Aku mencoba menjadi diriku yang sama dibeberapa waktu lalu, tapi rasa sungguh tidak akan sama.
Ada debar di dadaku yang tak lagi mampu kau pahami sebab bukan kau alasannya lagipula ku tekankan disini ada debar lain yang kucintai.
Ada degup yang membuat jantungku berdegup kembali namun degup itu bukan degupmu.
Tahukah kau, perbincangan panjang dan gelak tawa kita hari ini sama sekali tidak berhasil memalingkan sadarku akan dia.
Ini takkan berhasil.
Berhentilah. bukankah kita sudah sama2 menyudahi diri satu sama lain.
Jangan mengemis cinta yang pernah kau buang.
Jangan membenciku apalagi membencinya. Berterimkasihlah padanya. Sebabnya, aku kuat berdiri dihadapanmu kali ini.
Aku memaafkan segala luka dan duka itu dan kau harus mengerti tidak semua bagian yang patah bisa tersambung lagi, aku bukan lagi serpihan itu. Aku dibuatnya menjadi baru dengan hati yang baru.
Tuhan memeliharaku dengan baik setelah kehilanganmu.
Ada bagian dari diriku yang harus ikut hilang bersamamu kala itu, bagian yang ternyata tidak kubutuhkan sama sekali.
Aku bahagia hari ini.
Hargai dia yang ada disampingmu dan disampingku.
Mari hidup dengan saling menerima.

Aku menerimamu sebagai masalalu pun kau begitu. Aku menerima kabarmu bukan rindumu. Mari saling melegahkan, aku legah kau baik-baik saja. Pun kau harus legah sebab aku berada di tangan yang baik. Fyk-22des17

Selamat ulangtahun ibu-MU

21desember2017
Hujan yang gigil, cuaca yang berani, dan jendela kamar yang masih setia tertutup padahal waktu menunjukkan 3/4 hari telah berlalu
Senja dibulan ini....
Sama sekali tertutup oleh hujan.
Aku tak masalah sebab aku mencintai keduanya.
Senja dan hujan. Iya,
Aku mencintai hujan dan kau mencintai senja, mengapa aku mencintai keduanya sebab aku mencintaimu yang mencintai senja maka sejak hari itu kuputuskan untuk mencintai segala yang mampu kau cintai, semampuku.
Termasuk dia.
Iya, harus kutuliskan ini sebelum segala keindahannya termakan lupa.
Sampaikan terimakasihku pada wanitamu, katakan padanya aku juga mencintaimu namun jangan sampai kau biarkan dia cemburu padaku.
Aku tidak akan merebutmu dari hal yang kau cintai. Percayalah, aku tidak semenyedihkan itu.
Aku belajar mencintai segalamu, meski menjadi milikmu atau tidak aku tidak peduli.
Untuk menjadi bagianmu aku belajar banyak hal diluar sangkaanmu.
Salahsatunya mencintai segala degupmu.
Akupun tidak begitu yakin apakah esok aku masih sanggup melakukannya namun untuk hari yang telah berlalu dan hari ini aku benar-benar telah melakukannya.
Aku mencintai wanitamu. Katakan padanya aku juga mampu mencintai dirimu meski tidak sesempurna dirinya.
Sesekali aku mungkin akan menyakitimu, membuatmu marah hingga mencari tenang diluar sana tapi percayalah aku tidak akan meninggalkanmu.
Dihari yang lain kau mungkin akan menyakitiku, menjatuhkan air mataku atau bahkan membuatku kesal tapi tetaplah saling tinggal. Karena kau satu-satunya hal yang kunamai bahagia.
Sampaikan terimakasihku pada wanitamu, ia telah melahirkan bahagia untukku. Ia memeliharamu dengan sangat baik. Kau tumbuh menjadi manusia yang membuatku rela. Hanya saja kau kurang menyadari itu.
Di hujan selanjutnya aku mungkin akan menjadi satu2nya wanita yang mampu menemani wanitamu duduk di beranda rumah sambil berbincang perihal dirimu dan segala kesukaanmu hingga rambutnya memutih.
Segalanya tentangmu.
Aku suka ceritamu.

Aku suka ibumu.

Senin, 11 Desember 2017

Kisah cinta pencuri cinta

Selamat senja dik...
Sebelumnya ku akui ini, aku memang pandai mematahkan hati seseorang, semangat juga bila terkadang diperlukan.
Jangan risih,...
Aku hanya ingin menjelaskan sedikit rinci
Agar gelitik diotakmu terpuaskan
Jangan sedih bila pada akhir kalimat kau temui dirimu yang sebenarnya
Diakah kekasih barumu dik?
Oh, maaf maksudku lelaki yang sedari dulu kau idami
Akhirnya kita bersama katamu dik
Kau untuk dia dan dia untuk kau
Kau genggam dia bak satu2nya warisan berharga
Tapi mengapa yang ku pahami berbeda?
Kau cinta dia dan dia cinta dia
Maaf bila harus ku katakan adanya
Dia tak cinta kau, dia cinta kakak kau.
Kau cinta dia, dia cinta kakak kau
Kata orang, lidahku memang sedikit lancang dik.
Dia cinta kakak kau, kakak kau sudah bertemu jodohnya.
Tapi bukan dia.
Aku tahu membahagiakan diri sendiri memang sulit
Meyakini dia mencintaimu contohnya
Dia tidak memilihmu karena kau cantik, karena kau kaya, apalagi karena cinta dik. Bukan.
Dia menemukanmu atau kau menemukannya saat ia membuang sebahagian dirinya untuk kakak kau dan dengan sigap kau membuang sebahagian dirimu untuk dia.
Kau menenangkannya, kau memungutnya serpihan demi serpihan.
Kau rangkai ulang, kau pasang kepala hingga kakinya lantas kau mengira telah sempurna menjadikannya baru.
Dia memang rakitan yang baru, tapi dia tidak utuh.
Pahamilah dik, ia manusia tanpa hati.
Ia ingin saja kau bawa kesana, kau tampilkan sana dan sini
Dan kau menamainya bahagia
Kau mengatur segala geraknya. menyandarkan badan dipelukannya bahkan mungkin menyentuh bibirnya, tapi
Coba cari hatinya dik,
Bila tak kau temui di dadanya, tanyakan pada kakak kau.
Mungkin dia sudah tidak lagi membutuhkannya.
Saranku, kali ini mintalah secara baik2.
Jangan kau rebut paksa apalagi hendak mencuri LAGI
Berkatalah sopan, sebab ketidak bahagiaanmu hari ini mungkin saja atas doanya pada Tuhannya.
Kemudian belajarlah mensyukuri apa yang kau miliki dik,
Bila esok dia yang kau rebut paksa juga direbut paksa oleh wanita lain jangan marah sebab kau sendiri tahu nikmatnya merebut paksa itu kan.
Aku ada benarnya dik?!
Namun bila pada akhirnya dia bukan untukmu, cobalah mencari apa yang benar untukmu.

Jangan rakus, seribu lelaki sepertinya tidak akan membuatmu kenyang.

FYK-Makassar,11des2017

Sabtu, 03 September 2016

Mungkin merdeka...

Merdeka...
Ambigu menyapah pagi kita
Hari pertama di desa yang sama
Mengenggam erat layaknya sahabat
Merangkulku,kamu,dan kita
Lucunya, aku mengiyakan dengan mudah
Namun kau tidak, mungkin sudah sikapmu yang waspada
Aku bahagia dan kau diam
Aku tertawa kegirangan, terbawa perasaan dan kau diam
Ku titip salam pada teman sebagai penanda aku jatuh
Jatuh yang sebenarnya menipuku
Kemudian abu-abu menghampiri kita
Aku berlari mencari cahaya, membawamu juga tentunya
Beberapa bungkus harap tercercah pecah
Tetap saja hatiku keras kepala
masih tersisa beberapa bungkus lagi,kataku..
Tulisan-tulisan indah yang sudah menjadi tabiat
Melengkapi aku yang inginkan kita
Dan yang ada semakin kesini semakin abstrak
Mata berkunang-kunang melawan jarak
Jarak yang semakin berani menarik garisnya
Tiba-tiba “TAPI” menghampiri kita
Dibawahnya beberapa ketidak mungkinan yang sering aku semogakan
Beserta amin-amin dalam doa-doa malam
Perih-perih beterbangan dihati dan kepala
Ada ruang dikepalaku ternyata yang hanya dipenuhi kamu
Terkunci rapat dan tak tersentuh
Namun lupa ku sadari bahwa kau didalam butuh bebas
Akupun seperti itu,rindu istirahat
Rehat dari perjalanan ambigu yang ku buat sendiri
Aku ingin lepas dari segala merdeka
Juga dari kau...


-FYK.Makassar,3september2016

Kamis, 01 September 2016

KAU aku KAU aku KAU...

KAU...
kau yang gemar menerka bahagia
bahagia yang kau fikir sederhana
sederhana mimpimu yang lewat
lewat diatas angan-angan
angan kelam yang senang kau kenang
kenang perasnya yang indah
indah harapmu yang pernah
pernah mengenal kasih sayang
sayangmu kemudian temu sia
sia-sia segala suka
suka padanya yang kau puja
puja perasnya puja hatinya
hatinya yang lantas meluka
luka menancap tajam
tajam matamupun kalah
kalah olehnya yang kau cinta
cinta seharusnya yang lain kemudian bicara
bicara soal kau dan dia
dia yang bukan aku
AKU...
aku anak baru
baru hadir hari ini
ini yang memanggilku
memanggilku dalam sunyi
sunyi yang sebenarnya sepi
sepi memaksaku mencari
mencari kau yang lama ternggelam
tenggelam dalam rasa yang entah
entah membuat hidupmu sekarang
sekarang kita bertemu
temu yang tak terduga rencana
rencana biasa tanpa niat
niatku menyentuh hatimu
hatimu yang terlanjut beku
beku karena dia yang tidak
tidak pernah menginginkanmu lama
lama tinggal disisinya
sisinya yang kau rindukan
rindukan ia yang pergi
pergi darimu tanpa izin
izinmu yang ku ingini
ingini untuk memasuki
memasuki relungmu yang sunyi bunyi
bunyinya seperti orang berteriak
teriakanmu mampu kudengar
dengar begitu raum
raum bersama luka cium
dicium pengkhianatan membatin
membatin jelas
jelas kau tersakiti
tersakiti olehnya yang dulu kau cintai
cintai ia yang tak peduli
peduli dirimu yang kuingini
ingini bangkit dan tersadar
tersadar masih ada aku disini
disini menunggu pasti
pasti yang sebenarnya menyakiti
menyakiti adalah takutmu
takutmu menggrogoti
menggrogoti luka masalalu
masalalumu yang hancur
hancur cinta hancur percaya
percayalah aku beda
beda dirinya beda diriku
diriku yang bersedia
sedia menjadi obat
obat lukamu yang hebat
hebatlah bersamaku
bersamaku kita berjalan
berjalan yang tak pernah kau lalui sebelumnya
sebelumnya kau pernah bahagia,bukan?
bukankah hari ini kaupun berhak
berhak mendapati kembali
kembali menemukan hal baru dari diri kau
KAU DAN aku mungkin....!


FYK,Makassar1sept2016

Kamis, 04 Agustus 2016

puisi : dia diwaktu lebih sebulan (Edisi KKN-1)

FYK,4 august 2016
kel.Duampanua kec.Baranti kab.sidrap

ia jatuh cinta jua..
ia fikir lantas salah
menipu diri menipu rasa
mencintai bukan salah
ia cinta sama
suka puisi suka cinta
tapi katanya aku mungkin tidak
tidak mungkin aku diliriknya
pena cintanya bisa saja patah, kataku
aku lantas tidak mau mendengar
pura buta pura tuli
aku berteriak tak ingin
jangan lagi
ini sesat
aku lari,angin menderu deru
ombak ku semakin merdu
pelan pelan pelan pelan
tak ingin mengira-ngira
menerka-nerka lama
ia rancuh
aku acuh
dia seperti melunak
aku melunjak
waktu temu hanya lebih sebulan
selebihnya diperhitung jalan
sungguh kesan sedikit buruk banyak senyumnya
semoga puraku dan puramu tidak benar berpura-pura
aku takut lupa kembali sungguh
kau pun begitu
mari nikmati luka jua suka
mari senyum jua manyun
wanita-wanita riang
akan menghibur nalar malammu
aku menjauh hilang ditelan gulita
mundur perlahan dibalik cita
sudahlah ini hanya sementara
waktu pernah menyuka

dibalik bosan dan dibalik waktu lebih sebulan

Rabu, 20 Juli 2016

RINDU DIBULAN KEDUA

Assalamu alaikum Wr.Wb
20,jul,2016

Bulan kedua lebih 8 hari setalah pergimu
Menulismu selalu menjadi yang ku rindukan
Mencoba memahami dimana rindu harus terpaut
Dimana sendu dapat tersampaikan
Selain do’a kau juga ada dalam mimpi
Segala kenangan tersamar pergi
Aku tidak menjauh,pun kau
Kadang malam menjelma terang
Menandakan aku kembali datang
Dengan secercah tulisan senang
Oh..aku tak bisa
Jauh kalbu tenggelam
Menanggalkan rindu kala malam
Kita bukan kenangan kelam
Nanti bertemu jua, yakinku semalam
Kakak,kau pulang duluan
Aku menyusul kala petang
Mama masih larut dalam kenang
Sedih dan doa ber hutang.
Indra, selamat tenang
Salam senang dari yang kau tinggal duluan

FYK,Sidrap.20jul2016